SALAM

SELAMAT DATANG DI BLOG DEVI LESTARI

Sabtu, 13 Oktober 2012

keterampilan Mengajar


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Keterampilan mengajar merupakan salah satu komponen dalam pembentukan kemampuan professional seorang guru. Seorang guru yang professional akan mampu mendemonstrasikan berbagai keterampilan mengajar secara utuh dan terintegrasi dalam kegiatan belajar-mengajar yang di kelolanya. Penguasaan terhadap berbagai keterampilan dasar mengajar akan mampu mngatasi masalah dalam proses belajar-mengajar. Sehigga pembelajaran berjalan efektif.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian keterampilan mengajar ?
2.      Jenis-jenis keterampilan mengajar
BAB  II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Keterampilan Mengajar
Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Oleh karena itu, untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif diperlukan berbagai keterampilan yaitu keterampilan mengajar dalam hal ini membelajarkan. Keterampilan mengajar atau membelajarkan merupakan kompetensi pedagogik yang cukup kompleks karena merupakan integrasi dari berbagai kompetensi guru secara utuh dan menyeluruh.
Persepsi (Perception) yang berarti pengelihatan, keyakinan dapat dilihat atau dimengerti. Persepsi terjadi karena adanya stimulus atau rangsangan dari lingkungan sekitar, sehingga individu dapat memberikan makna atau menafsirkan sesuatu hal. Slameto (2010:102) menjelaskan bahwa “Persepsi merupakan proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia. Melalui persepsi, manusia terus menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya, hubungan ini dilakukan dengan indera yaitu, pendengaran, peraba dan penciuman”. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah suatu proses pemberian makna yang dilakukan secara sadar berupa tanggapan atau pendapat individu terhadap suatu objek atau peristiwa yang diterima melalui alat indera.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keterampilan merupakan “kecakapan untuk menyelesaikan tugas”,  sedangkan mengajar adalah “melatih”. DeQueliy dan Gazali (Slameto, 2010:30) mendefinisikan mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada seseorang dengan cara paling singkat dan tepat. Definisi yang modern di Negara-negara yang sudah maju bahwa “teaching is the guidance of learning”. Mengajar adalah bimbingan kepada siswa dalam proses belajar. Alvin W.Howard (Slameto, 2010:32) berpendapat bahwa mengajar adalah suatu aktivitas untuk mencoba menolong, membimbing seseorang untuk mendapatkan, mengubah atau mengembangkan skill, attitude, ideals (cita-cita), appreciations (penghargaan) dan knowledge.
Berdasarkan pengertian tersebut maka yang dimaksud dengan keterampilan mengajar guru adalah seperangkat kemampuan/kecakapan guru dalam melatih/membimbing aktivitas dan pengalaman seseorang serta membantunya berkembang dan menyesuaikan diri kepada lingkungan. Jadi, persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru adalah penilaian berupa tanggapan/pendapat  siswa terhadap kemampuan/kecakapan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar.
B.     Macam-macam Keterampilan Mengajar
Keterampilan mengajar yang sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran, diantaranya:
a.       Keterampilan Membuka Pelajaran ( set Induction Skills)
Membuka pelajaran (set induction) ialah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prokondusi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. Membuka pelajaran (Abimayu, 1984)  ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan kondisi/suasana siap mental dan menimbulkan perhatian siswa agar terfokus pada hal-hal yang akan dipelajari. Jadi membuka pelajaran merupakan pengkondisian awal agar mental dan perhatian siswa terpusat pada materi yang akan di ajarkan serta memiliki motivasi yang tinggi untuk terus mengikuti pembelajaran sampai selesai dengan semangat dan konsisten yang tinggi.
Kegiatan membuka pelajaran merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan guru, karena dengan pemulaan yang baik akan memengaruhi jalannya kegiatan belajar selanjutnya. Bila berhasil melakukan kegiatan pembuka, maka sangat dimungkinkan kegiatan inti dan penutup akan berhasil. Komponen-komponen membuka pelajaran menurut Uzer Usman (1992:85) adalah :
a)      Menarik perhatian siswa dengan gaya mengajar, penggunaan media pembelajaran yang bervariasi.
b)      Menimbulkan motivasi, disertai dengan kehangatan dan keantusiasan, menimbulkan rasa ingin tahu, mengemukakan ide yang bertentangan dan memperhatikan minat dan interens siswa.
c)      Member acuan melalui berbagai usaha, seperti mengemukakan  tujuan pembelajaran dan batas-batas tugas, menyarankan langkah-langkah yang akan di lakukan, mengingatkan masalah pokok yang akn dibahas, dan memajukan beberapa pertanyaan.
d)     Memberikan Apersepsi (memberikan kaitan antara materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari), sehingga materi yang di pelajari merupakan satu kesatuan yang utuh yang tidak terpisah-pisah.[1]
b.      Keterampilan Menerangkan
Tugas guru yang paling utama adalah mengajar. Mengajar adalah menyampaikan ilmu pengetahuan kepada siswa ( transfer of knowledge). Di sini guru di tuntut untuk mampu menjelaskan materi pelajaran kepada siswa secara professional. Dalam pelaksanaannya guru dapat mngunakan media pembelajaran dan sumber-sumber belajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran yang akan di capai. Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan yang luas kepada siswa  untuk bertanya. Untuk menanggapi pertanyaan itu seorang guru harus mampu menjelaskan secara sistematis dan logis. Keterampilan menjelaskan dalam pembelajaran adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis unutk menunjukkan adanya hubungan satu dengan yang lainnya. Pemberian penjelasan merupakan aspek yang sangat penting dari kegiatan guru dalam interaksinya dengan siswa didalam kelas.
Tujuan pemberian penjelasan dalam pembelajaran adalah:
·         Membimbing siswa untuk memahami konsep, hokum, dalil, fakta, dan prinsip secara objektif dan bernalar.
·         Melibatkan siswa untuk berpikir dengan memecahkan masalah-masalah atau pertanyaan
·         Membimbing siswa untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dan mngunakan bukti-bukti dalam memecahkan masalah.
Komponen-komponen dalam keterampilan ( explaining skill) adalah
c.       Keterampilan Interaksi
Dalam proses belajar-mengajar seorang guru harus memiliki keterampilan berinteraksi kepada siswanya. Berinteraksi guru dapat mengenal pribadi masing-masing siswanya, sehingga dalam proses perencanaan, metode, model dan strategi pembelajaran sesuai dengan kondisi siswanya.
d.      Keterampilan Bertanya
Ada yang mengatakan bahwa “berpikir itu sendiri adalah bertanya”. Bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang yang dikenal. Respon yang di berikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Jadi bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan berpikir.
Dalam proses belajar mengajar, bertanya memainkan peranan penting sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik pelontaran yang tepat akan memberikan dampak positif terhadap siswa, yaitu:
·         Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar-mengajar,
·         Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu masalah yang sedang dihadai atau dibicarakan,
·         Mengembangkan pola dan cara belajar aktif dari siswa sebab berfikir itu sendiri sesungguhnya adalah bertanya,
·         Menuntun proses berfikir siswa sebab pertanyaan yang baik akan membantu siswa agar dapat menentukan jawaban yang baik,
·         Memusatkan perhatian siswa terhadap masalah yang sedang dibahas.
Keterampilan dan kelancaran bertanya dari calon guru maupun dari guru itu perlu dilatih dan ditingkatkan, baik isi pertanyaannya maupun teknik bertanya.[2]
a)      Dasar-dasar pertanyaan yang baik
·         Jelas dan mudah dimengerti oleh siswa
·         Berikan informasi yang cukup untuk menjawab pertanyaan
·         Difokuskan pada suatu masalah atau tugas tertentu
·         Berikan waktu yang cukup kepada anak untuk berfikir sebelum menjawab pertanyaan
·         Bagikanlah semua pertanyaan kepada seluruh murid secara merata
·         Berikan respon yang ramah dan menyenangkan sehingga timbul keberanian siswa untuk menjawab atau bertanya
·         Tuntunlah jawaban siswa sehingga mereka dapat menemukan sendiri jawaban yang benar
b)      Jenis-jenis pertanyaan yang baik
·         Jenis pertanyaan menurut maksudnya
1)   Pertanyaan permintaan (compliance question),
2)   Pertanyaan retoris (rhetorical question)
3)   Pertanyaan mengarahkan atau menuntun (prompting question,) dan
4)   Pertanyaan menggali (probing question).
·         Jenis pertanyaan menurut Taksonomi Bloom
1)   Pertanyaan pengetahuan (recall question atau knowlagde question),
2)   Pertanyaan pemahaman (conprehention question),
3)   Pertanyaan penerapan (application question),
4)   Pertanyaan sintetis (synthesis question), dan
5)   Pertanyaan evaluasi (evaluation question).
c)      Hal-hal yang perlu di perhatikan
·         Kehangatan dan Keantusiasan. Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, guru perlu menunjukkan sikap baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. Sikap dan cara guru termasuk suara, ekspresi wajah, gerakan, dan posisi badan menampakkan ada-tidaknya kehangatan dan keantusiasannya.
·         Kebiasaan yang perlu dihindari. Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, guru perlu menunjukkan sikap yang baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. Guru harus menghindari kebiasaan seperti :
1)   Menjawab pertanyaan sendiri,
2)   Mengulang jawaban siswa,
3)   Mengulang pertanyaan sendiri,
4)   Mengajukan pertanyaan dengan jawaban serentak,
5)   Menentukan siswa yang harus menjawab sebelum bertanya, dan
6)   Mengajukan pertanyaan ganda.
Keterampilan bertanya di bedakan atas :
1.      Keterampilan bertanya dasar. Keterampilan bertanya dasar mempunyai beberapa komponen dasar yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan. Komponen-komponen yang di maksud adalah: Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat, pemberian acuan, pemusatan, pemindah giliran, penyebaran, pemberian waktu berpikir dan pemberian tuntunan.
2.      Keterampilan bertanya lanjut. Keterampilan bertanya lanjut merupakan lanjutan dari keterampilan bertanya dasar yang lebih mengutamakan usaha mengembangkan kemampuan berpikir siswa, memperbesar partisipasi dan mendorong siswa agar dapat berinisiatif sendiri. Keterampilan bertanya lanjut di bentuk di atas landasan penguasaan komponen-komponen bertanya dasar. Karena itu, semua komponen bertanya dasar masih dipakai dalam penerapan keterampilan bertanya lanjut. Adapun komponen-komponen bertanya lanjut itu adalah : Pengubahan susunan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan, Pengaturan urutan pertanyaan, Penggunaan pertanyaan pelacak dan peningkatan terjadinya interaksi.
e.       Keterampilan Memberi Motivasi
Motivasi memiliki pengertian yang beragam, baik yang berhubungan dengan perilaku individu maupun perilaku organisasi. Motivasi merupakan unsure penting dalam diri manusia yang berperan mewujudkan keberhasilan dalam usaha atau pekerjaan individu.
Menurut Stoner(1992;440)motivasi diartikan sebagai factor-faktor penyebab yang menghubungkan dengan sesuatu dalam perilaku seseorang. Menurut Maslow (1970:35) sesuatu tersebut adalah dorongan berbagai kebutuhan hidup individu dari mulai kebutuhan fisik, rasa aman, social, penghargaan dan aktualisasi diri yang akan diberikan oleh guru.
f.       Keterampilan Memberi Penguatan
Keterampilan penguatan adalah respons terhadapa suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulang kembali tingath laku tersebut, maka seorang memiliki keahlian memberi penguatan. Karena penguatan merupakan dorongan bagi anak didik untuk meningkatkan penampilannya serta dapat meningkatkan perhatian. Penguatan dapat di berikan dalam bentuk verbal ( kata-kata atau pujian), penguatan dalam bentuk nonverbal (gerak mendekati, mimic dan gerak badan, sentuhan, kegiatan yang menyenangkan).[3]
Untuk member penguatan guru harus memperhatikan
1.      Pengutan harus diberkan dengan hangat dan antusias sehingga peserta didik dapat merasakan kehangatan
2.      Penguatan yang diberikan harus bermakna
3.      Hindari rrespon negative terhadap jawaban
4.      Peserta yang diberi penguatan harus jelas
5.      Penguatan dapat juga diberikan kepada kelompok peserta tertentu
g.      Keterampilan menggunakan Media
Media adalah berupa alat atau bahan ajar, atau hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan. Guru dalam proses pembelajaran yang mngunakan media peserta didik akan lebih dipahami siswa. Penyampain informasi yang hanya melalui bahasa verbal selain dapat menimbulkan verbalisasi dan kesalahan persepsi, juga gairah siswa untuk menangkap pesan akan semakin kurang. Mengunakan media siswa diharapkan dapat lebih bersemangat.[4]
h.      Keterampilan Menggunakan Metode
Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuan yang di milikinya untuk dapat mngubah psikis dan pola piker anak didiknya dari tidak tahhu menjadi tahu. Salah satu yang harus dilalukakn oleh guru adalah dengan mengajar. Salah satu yang paling penting adalah performance gru di kelas. Bagaimana seorang guru dapat menuasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian guru harus menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
i.        Keterampilan Menutup pelajaran
 pelajaran (closure) ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan belajar mengajar. Usaha menutup pelajaran itu dimaksudkan untuk memberi gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari oleh siswa, mengetahui tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan guru dalam proses belajar-mengajar. Komponen keterampilan menutup pelajaran meliputi: meninjau kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkum inti pelajaran dan membuat ringkasan, dan mengevaluasi.
BAB III
PENUTUP
Guru yang professional adalah guru yang dapat melakukan tugas mengajarnya dengan baik. Dalam mengajar diperlukan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan untuk kelancaran proses belajar mengajar secara efektif dan efisien. Keterampilan tersebut adalah:
1.      Keterampilan membuka dan menutup pelajaran,
2.      Keterampilan menjelaskan,
3.      Keterampilan bertanya,
4.      Keterampilan member penguatan,
5.      Keterampilan menggunakan media pembejaran,
6.      Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil,
7.      Keterampilan mengelola kelas,
8.      Keterampilan mengadakan variasi,
9.      Keterampilan mengajar perorangan dan kelompok kecil.
DAFTAR PUSTAKA

Rusman. Model-model Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers. 2010.
Kusnadi. Profesi dan Etika Keguruan. Pekanbaru: Yayasan Pustaka Riau. 2011.
Sanjaya, Wina. Perencanaan Dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana. 2010.



[1] Rusman. Model-model Pembelajaran. Jakarta:Rajawali Pers.2010.hlm:80
[2] Rusman. Ibit
[3] Kusnadi, Profesi dan Etika Keguruan. Pekanbaru :yayasan pusaka Riau. 2011,hlmn;81
[4]   Wina Sanjaya. Perencanaan dan desain system pembelajaran. Jakarta:kencana.2010.hlmn;207